Tips Membuat Lemari Pakaian Sendiri – Furnitur dalam suatu ruangan memiliki fungsi yang beragam dan sesuai dengan kebutuhan pemilik rumah, ada yang mempunyai fungsi tunggal dan ada pula yang mempunyai fungsi ganda. Misalnya lemari berfungsi sebagai tempat penyimpanan berbagai macam barang tergantung di ruangan mana lemari itu disimpan. Apabila lemari disimpan di ruang keluarga biasanya digunakan untuk menyimpan buku atau koleksi DVD sedangkan apabila terdapat di kamar tidur maka lemari digunakan untuk menaruh pakaian dan aksesoris.

Lemari pakaian yang dijual di pasaran mempunyai banyak jenisnya tergantung kebutuhan dan preferensi pemilik kamar. Lemari pakaian menjadi salah satu hal yang menjadi perhatian jika akan mendesain kamar tidur. Pemilihan lemari pakaian disesuaikan dengan luas dari kamar tidur dan kebutuhan pemilik kamar untuk menyimpan barang. Untuk memberikan gambaran model lemari pakaian yang cocok ditempatkan di kamar tidur maka berikut ini ada pengetahuan mengenai beberapa jenis lemari pakaian yang dapat kamu simak:

  • Lemari Siap Pakai (Free Standing)

Lemari siap pakai atau dikenal sebagai lemari free standing merupakan jenis lemari yang paling banyak dijual di pasaran. Lemari free standing lebih banyak digemari karena mudah untuk dipindahkan dan mempunyai model yang beragam. Umumnya lemari free standing mempunyai dua hingga tiga pintu. Lemari tiga pintu tentu memuat lebih banyak pakaian bahkan cukup untuk menyimpan selimut atau bed cover. Karena muatannya banyak tentu lahan yang dibutuhkan untuk menampung lemari tiga pintu akan lebih banyak pula sehingga lemari tiga pintu ini cocok untuk kamar yang berukuran luas. Untuk kamu yang memiliki kamar dengan ukuran sedang tidak perlu khawatir karena tersedia pula lemari pakaian dengan dua pintu di pasaran.

Lemari jenis free standing ada yang dikombinasikan dengan beberapa laci. Laci ini ada yang ditempatkan di bawah pintu lemari utama bahkan ada yang menempatkan laci penyimpanan di dalam kompartemen lemari yang utama. Lemari yang dikombinasikan dengan laci ini merupakan alternatif untuk kamu yang mencari storage ekstra tetapi tidak ingin menambah jumlah unit lemari di dalam kamar untuk menghemat space.

Selain lemari pakaian dua pintu ada juga lemari free standing yang berupa drawer. Lemari drawer ini berupa laci bersusun berjumlah lima hingga enam tingkat. Lemari drawer memudahkan dalam pemisahan pakaian. Oleh karena itu untuk kamar bayi disarankan memilih lemari jenis drawer untuk menyimpan pakaian bayi.

Model lemari free standing yang berada di pasaran lainnya adalah lemari yang dilengkapi cermin pada pintunya. Model lemari cermin ini membuat kesan yang mewah dan elegan pada kamar tidur, di samping itu kamu tidak perlu membeli cermin jika memiliki lemari dengan model seperti ini. Lemari dengan pintu berupa cermin juga membuat kesan kamar tidur menjadi lebih luas.

  • Lemari Walk-in Closet

Tipe lemari ini agak berbeda dari biasanya karena sebenarnya walk-in closet adalah sebuah ruangan yang diperuntukkan khusus untuk menyimpan pakaian dan benda – benda koleksi seperti topi, tas dan sepatu dalam jumlah yang cukup banyak. Apabila kamu ingin mempunyai tipe lemari seperti ini sudah pasti kamu harus menyiapkan lahan yang cukup luas bahkan dibutuhkan satu ruangan ekstra untuk dibuat menjadi walk-in closet.

READ  Warna Dіndіng Yang Sesuaі Untuk Rumah Tіpe 45

Lemari walk-in closet didesain terletak bersebelahan dengan kamar tidur dan kamar mandi agar memudahkan si pemilik rumah mengambil barang – barangnya saat akan digunakan. Di dalam lemari walk-in closet pada umumnya merupakan ruangan yang terdiri dari lemari – lemari untuk menyimpan pakaian dan barang lainnya, dimana lemari yang terdapat disini berupa lemari built in di sekeliling ruangan.

  • Lemari Built In

Jenis lemari selanjutnya adalah lemari built in atau disebut juga lemari tanam. Lemari built ini dibangun menyatu dengan dinding kamar tujuannya adalah memaksimalkan ruang penyimpanan di dalam kamar. Biasanya lemari built in digunakan tidak hanya untuk menyimpan pakaian tetapi juga barang – barang lainnya seperti tas atau sepatu. Lemari ini cocok bagi kamu yang memiliki barang – barang koleksi sehingga barang – barang tersebut semuanya dapat termuat dalam lemari.

Lemari built ini juga berdasarkan konstruksinya dibagi menjadi dua tipe yaitu fully built in dan framed built in. Pada tipe lemari fully built in karakteristiknya adalah terdapat kaki kaki lemari yang menyatu dengan kerangka. Tipe fully built ini memiliki sisi atas, sisi bawah, samping kiri dan kanan serta sisi belakang. Lalu ada pula tipe framed built-in, lemari tipe ini hanya memiliki sisi bawah yang langsung berbatasan dengan lantai. Lemari ini dibangun dengan penuh dari mulai lantai hingga langit-langit. Sisi belakang dari lemari ini tidak ada karena langsung menyatu dengan dinding. Kelemahan dari lemari tipe built-in adalah posisinya yang permanen sehingga tidak bisa dipindah – pindah apabila ingin berganti suasana dengan memindahkan posisi furnitur di dalam kamar.

Setelah memahami jenis – jenis lemari pakaian berdasarkan konstruksinya maka kamu dimudahkan saat menentukan pilihan lemari pakaian yang akan ditempatkan di kamar tidur. Selain itu ada lagi hal yang harus kamu cermati saat akan memilih lemari pakaian, hal tersebut adalah material penyusun dari lemari itu sendiri. Berikut ini adalah beberapa jenis material yang biasanya digunakan untuk membangun lemari pakaian:

  • Besi

Besi merupakan salah satu material yang dapat digunakan untuk membangun lemari. Karakteristik dari lemari dari besi diantaranya adalah konstruksi lemari yang ringan dan tidak berat seperti material kayu. Harga dari lemari dengan material besi sudah tentu lebih murah dibandingkan lemari yang terbuat dari kayu. Namun kelemahan dari lemari tipe ini adalah bahannya yang mudah berkarat. Oleh sebab itu hindarkan penempatan lemari besi dari udara yang lembab dan rentan untuk terkena air. Lemari pakaian jarang yang terbuat dari besi biasanya elemen besi hanya digunakan untuk tiang penyangga dari lemari atau kerangka lemari.

  • Plastik

Lemari yang terbuat dari plastik mempunyai harga yang paling terjangkau dari bahan – bahan lainnya. Selain itu lemari dari material plastik sangat ringan dan mudah dibersihkan.

  • Kayu

Material kayu menjadi bahan yang paling banyak digunakan saat akan membuat lemari. Terdapat sejumlah jenis kayu yang sering digunakan untuk bahan baku lemari yakni pertama adalah kayu solid. Kayu solid ini mempunyai struktur paling kokoh dan tahan lama jika akan digunakan sebagai material pembentuk lemari. Namun sayangnya persediaan dari kayu solid ini sangat terbatas sehingga harga yang ditawarkan menjadi sangat mahal.

READ  Desain Keramik Batu Alam Untuk Dinding Depan Rumah

Jenis kayu yang sering dijadikan furnitur seperti lemari pakaian diantaranya kayu jati, kayu pinus, kayu mahoni, kayu ramin dan terakhir adalah kayu cedar. Di antara banyak jenis kayu yang dijadikan furnitur, material kayu yang paling diminati adalah jenis kayu jati. Keunggulan kayu jati adalah ketahanannya pada segala jenis cuaca, tahan rayap dan serat kayunya membentuk pola cantik yang dapat menambah nilai estetik pada lemari. Furnitur yang terbuat dari kayu jati mempunyai harga yang cukup mahal sehingga beberapa pengrajin furnitur memilih kayu lain sebagai alternatif. Kayu yang sering dijadikan pengganti kayu jati adalah kayu sungkai. Kayu sungkai memiliki karakteristik yaitu seratnya halus dan warnanya lebih terang dari kayu jati.

Apabila kamu suka dengan hal – hal yang berhubungan dengan furnitur seperti ranjang tempat tidur atau lemari pakaian maka tidak ada salahnya membuatnya sendiri. Berikut ini adalah beberapa tips membuat lemari pakaian sendiri:

  • Memilih Bahan Yang Terbaik

Salah satu hal yang paling dasar saat akan membuat lemari adalah menentukan jenis bahan yang akan digunakan. Apabila memilih untuk menggunakan kayu maka pilih jenis kayu solid dengan kualitas terbaik dimana durabilitasnya baik, kokoh, tahan terhadap segala jenis cuaca dan tahan rayap. Kayu yang memiliki kriteria tersebut salah satunya adalah kayu jati. Walaupun dari segi harga cukup mahal dibandingkan bahan lainnya tetapi kualitas kayu jati untuk dijadikan lemari pakaian sudah tidak diragukan lagi.

Kayu jati berkualitas baik memiliki beberapa karakteristik yakni berwarna coklat pekat dengan sedikit corak berwarna putih. Namun sebaliknya apabila kayu jati berwarna putih dan terdapat sedikit corak berwarna coklat maka dipastikan kayu jati berkualitas buruk.

  • Membuat Desain Lemari Pakaian

Sebelum membangun sebuah lemari pakaian alangkah baiknya membuat desainnya terlebih dahulu. Desain lemari pakaian disarankan dibuat berdasarkan kebutuhan dan konsep kamar tidur sehingga saat ditempatkan di ruangan, lemari pakaian ini dapat menambah kesan harmonis. Apabila konsep ruangan bergaya tradisional maka lemari pakaian dapat dibuat dengan ukiran – ukiran khas pada pintu atau di beberapa bagian di sudutnya. Hal ini tentu berbeda jika kamar tidur menggunakan konsep minimalis, lemari pakaian dibuat dengan pola lurus – lurus simetris tanpa ukiran.

READ  30 Model Rumah Minimalis Dari Kayu Simple namun Elegan

Jika desain lemari pakaian menitikberatkan pada kebutuhan maka desain lemari kombinasi dapat menjadi solusi. Kombinasi disini berarti ada penambahan laci pada desain lemari, tidak hanya dua pintu kompartemen utama. Laci – laci pada lemari berfungsi untuk memaksimalkan penyimpanan. Selain itu tipe bukaan pintu pada lemari juga perlu diperhatikan. Apakah kamu ingin lemari dengan bukaan pintu standar yaitu dengan cara menariknya atau lemari dengan pintu geser atau sliding door. Keuntungan dari pintu geser pada lemari adalah menghemat tempat dibandingkan pintu lemari dengan bukaan standar. Hal ini dikembalikan pada kebutuhan dan kesukaan dari masing – masing orang.

  • Menentukan Ukuran Lemari Pakaian

Ukuran lemari pakaian yang akan dibuat harus disesuaikan dengan luas ruangan dimana lemari ini akan ditempatkan. Jadi sebelumnya luas ruangan harus diukur terlebih dahulu lalu kemudian mengukur ukuran lemari yang akan dibuat. Pastikan ukuran lemari yang akan dibuat dapat mewadahi seluruh kebutuhan untuk menyimpan barang – barang.

  • Menetapkan Warna Lemari Pakaian

Pewarnaan adalah tahap terakhir pada pembuatan lemari pakaian. Warna dari lemari pakaian sebaiknya disesuaikan dengan konsep ruangan. Misalnya desain ruangan yang minimalis akan membutuhkan furnitur dengan warna – warna netral seperti putih, hitam atau abu – abu. Sedangkan ruangan dengan konsep klasik akan cocok dengan furnitur berwarna earthy tone seperti coklat dan warna turunannya. Hal berbeda pula jika ruangan mengusung konsep shabby chic, furnitur yang cocok biasanya berwarna putih dan warna coklat muda. baca juga Tips Menata Kamar Yang Banyak Barang Agar Terlihat Luas