30 Desain Taman Mini Yang Cantik dan Asri

Desain Taman Mini Yang Cantik dan Asri – Hunian rumah tanpa keberadaan lahan hijau seperti taman akan terlihat gersang dan kurang menarik. Dengan demikian taman menjadi salah satu elemen penting dalam sebuah hunian. Hal ini dikarenakan taman memiliki fungsi yang tidak hanya pemanis atau hiasan yang membuat tampilan lebih asri. Namun taman dapat berfungsi sebagai lahan untuk resapan air dengan begini artinya kita menampung cadangan air tanah yang mulai menipis akibat banyaknya pengeboran untuk sumur, lalu taman juga berfungsi sebagai penyuplai oksigen untuk sekelilingnya maka tidak heran rumah dengan taman di pekarangan yang asri membuat udara di sekelilingnya lebih sejuk dan segar apabila siang hari. Keberadaan taman juga berpengaruh terhadap kondisi psikologis pemilik rumah terlebih jika kamu tinggal di perkotaan yang bising dengan suara kendaraan setiap harinya. Oleh karena itu penambahan taman dan kolam dalam rumah dapat menimbulkan efek relaksasi dan rasa nyaman bagi setiap penghuni rumah.

contoh Desain Taman Kecil Yang Cantik dan Asri:

Dalam pembangunan taman terdapat beberapa aspek yang perlu diperhatikan yakni:

  • Luas Lahan Taman

Luas lahan yang akan dijadikan taman merupakan hal yang sangat penting dijadikan acuan untuk mendesain areal taman. Karena luas lahan ini berpengaruh terhadap penentuan jenis tanaman dan elemen taman yang akan digunakan. Lahan yang luas tentu akan lebih leluasa dalam penataannya sehingga berbeda dengan lahan taman yang sempit yang sempit. Areal taman yang sempit cocok menggunakan vertical garden dimana tanaman berada di dalam pot – pot kecil yang disusun secara tegak lurus (vertikal) dari permukaan tanah.

Sistem vertical garden sendiri mempunyai dua jenis berdasarkan media tanam. Pertama adalah green façade yang berupa tanaman yang merambat dan tumbuh langsung di dinding sedangkan yang kedua adalah Living Wall. Pada jenis Living Wall dinding diberi media tanam sebagai tempat tanaman untuk bertumbuh yang biasanya diberi rangka (frame), panel tanaman dan sistem penyiraman. Namun kekurangan dari vertical garden ini adalah biaya yang dikeluarkan untuk pembangunan taman jenis ini lebih mahal dibandingkan pembangunan taman yang konvensional. Selain itu perlu keahlian khusus dalam merawat tanamannya serta membutuhkan perangkat khusus untuk menumbuhkan tanaman di dinding.

  • Desain Konstruksi Taman

Desain konstruksi taman perlu diperhatikan dengan tujuan memberi batas antara areal taman dan ruangan – ruangan lainnya. Dalam prosesnya drainase atau sistem pembuangan air juga menjadi fokus dalam pembuatan desain konstruksi taman karena areal taman menjadi tempat yang sering terkena air baik air pada saat penyiraman atau air pada saat hujan. Sebaiknya sistem drainase dibuat di bawah permukaan tanah agar proses penyerapan air ke dalam tanah akan menjadi lebih mudah. Di samping itu saluran pembuangan air ini alangkah baiknya menggunakan penutup dengan lubang yang cukup rapat untuk meminimalisasi masuknya dedaunan atau benda – benda lainnya yang dapat menghambat saluran air pembuangan.

Pembangunan jalan setapak juga menjadi elemen yang dipertimbangkan pada saat membuat desain konstruksi taman. Jalan setapak ini dapat memudahkan siapapun yang melewati taman dapat berjalan dengan nyaman tanpa merusak tanaman atau rerumputan yang tumbuh di taman.

Demi menimbulkan kesan asri dan sejuk, sebagian pemilik rumah membuat kolam sebagai pelengkap isi taman. Kolam ini dapat berupa kolam kosong yang hanya dilengkapi air mancur atau kolam yang di dalamnya terdapat ikan hidup untuk dipelihara. Tentu pembangunan kolam ini harus disesuaikan dengan luas lahan areal taman yang dimiliki. Desain kolam yang paling umum adalah dengan menggunakan batu alam sebagai komponen yang mengelilinginya sehingga membuat kesan alami dan asri pada sebuah taman. Namun ada pula yang membuat kolam dengan bentuk kotak dan material yang digunakan adalah keramik dengan warna earthy tone. Hal ini disesuaikan dengan preferensi pemilik rumah dan konsep yang diterapkan pada taman.

  • Pemilihan Elemen Keras Pada Taman

Elemen keras pada taman atau juga dikenal sebagai hardscapes. Hardscapes ini berkaitan dengan material keras yang bukan berasal dari alam dan akan digunakan sebagai elemen pada taman seperti pot bunga, kolam, paving block atau jalan bebatuan, lampu taman dan yang lainnya. Pada saat memilih pot bunga tentu hal ini didasarkan pada jenis tanaman yang akan digunakan untuk melengkapi unsur taman. Apabila kamu ingin merawat jenis pohon palem maka pot bunga yang dibutuhkan adalah ukuran yang cukup besar.

  • Penetapan Elemen Lunak Pada Taman

Elemen lunak pada taman atau biasa disebut softcapes terdiri atas unsur tanaman pada taman. Hal ini dikarenakan soft scapes merupakan elemen material yang berasal dari alam. Jenis tanaman yang akan dirawat sebaiknya diperhatikan pada saat mendesain areal taman. Pemilihan tanaman disesuaikan dengan kemampuan untuk merawat tanaman dan luas lahan dari taman. Apabila kamu termasuk orang yang sibuk bekerja dan tidak ada waktu untuk mengurus tanaman maka pilihlah tanaman yang tidak perlu disirami setiap hari seperti kaktus atau tanaman jenis palem – paleman. Namun hal ini berbeda jika kamu merupakan orang yang hobi berkebun, taman dapat menjadi alternatif untuk menyalurkan hobi berkebun. Misalnya menanam tanaman apotek hidup menarik untuk dilakukan, karena tanaman ini memiliki khasiat menyembuhkan dan baik untuk menjaga kesehatan. Contoh tanaman apotek hidup ini yakni jahe, kunyit dan kencur. Di samping itu menanam berbagai jenis bunga juga dapat menjadi saluran untuk hobi berkebun kamu. Bunga yang sering menjadi dekorasi taman ialah bunga anggrek. Bunga jenis ini memiliki warna – warna yang beragam dan cantik. Namun perawatannya harus telaten untuk tetap membuat bunga anggrek tetap terlihat segar dan cantik.

Saat membicarakan taman, tentu elemen tanaman tidak luput dari perhatian. Karena dengan adanya tanaman – tanaman ini taman menjadi asri dan menawan. Setiap tanaman memiliki cara merawat yang berbeda – beda tergantung pada jenis tanamannya. Namun secara umum berikut ini adalah beberapa aspek yang perlu dicermati saat merawat tanaman:

  • Waktu Penyiraman Yang Teratur

Setiap tanaman yang tumbuh dan berkembang pasti butuh air. Air merupakan unsur penting dalam keberlangsungan hidup suatu tanaman. Namun kebutuhan setiap tanaman akan air berbeda – beda sehingga sistem penyiraman pada tanaman harus disesuaikan dengan jenis tanaman yang dirawat. Misalnya tanaman kaktus memiliki ketahanan yang baik terhadap udara yang kering maka penyiraman tidak dilakukan setiap hari.

  1. Kelembaban Udara Yang Sesuai

Udara yang lembab dapat menjadi salah satu syarat bagi keberlangsungan hidup beberapa jenis tanaman. Oleh karena itu dalam pembangunan taman jenis tanaman yang akan digunakan harus sesuai dengan kelembaban udara di sekitarnya. Kelembaban udara yang kurang atau bahkan berlebihan dapat membuat tanaman cepat layu dan kemudian mati.

  • Pencahayaan Yang Cukup

Cahaya merupakan salah satu syarat yang mutlak apabila akan merawat tanaman untuk taman di rumah baik taman depan rumah maupun belakang rumah. Pastikan tanaman – tanaman di taman memiliki pasokan pencahayaan yang cukup. Karena cahaya ini merupakan salah satu unsur yang diperlukan untuk proses fotosintesis. Oleh karena itu apabila unsur ini tidak dapat terpenuhi maka tanaman tidak akan tumbuh dengan baik bahkan akan layu dan mati.

  • Menghindarkan Tanaman dari Serangan Hama

Dalam merawat berbagai jenis tanaman, hama tidak dapat dihindari kemunculannya. Oleh karena itu sebagai langkah preventif, gunakan pestisida untuk menghilangkan hama pada tanaman.

  • Pembersihan Taman Secara Teratur

Agar taman tetap terlihat asri dan indah maka perlu dilakukan pembersihan secara teratur. Pembersihan ini meliputi menyapu daun – daun kering dan layu di taman. Di samping itu pembersihan saluran air juga jangan sampai terlewatkan untuk mencegah penyumbatan saluran air. Selain itu juga mencabuti gulma dan tanaman liar yang tumbuh di sekitar taman juga harus dilakukan secara teratur agar penampilan taman tetap rapi dan bersih.

Setelah memahami aspek – aspek dalam mendesain taman serta hal – hal yang berhubungan dengan merawat tanaman, tentu kamu juga mencari inspirasi desain taman yang asri nan cantik untuk diaplikasikan rumah. Namun jangan khawatir bila lahan yang kamu punya terbatas dan tidak terlalu luas. Berikut adalah beberapa desain yang dapat kamu tiru untuk membuat taman di lahan yang mini tetapi tetap terlihat cantik dan asri:

  • Taman Vertikal (Vertical Garden)

Dalam perkembangannya desain taman tak melulu berada di atas tanah yang luas. Kini salah satu alternatif untuk pembuatan taman di lahan yang sempit adalah dengan menerapkan taman vertikal. Dimana tanaman ditumbuhkan di dinding atau panel yang ditempel di dinding. Misalnya ada beberapa desain yang menumbuhkan tanaman merambat di dinding sehingga lama kelamaan dinding tersebut akan menjadi penuh dengan warna hijau seolah – olah mempunyai dinding yang terbuat dari tanaman.

Taman vertikal juga dapat menggunakan tanah dalam pot sebagai media tanam. Caranya adalah pot yang ukurannya kecil disimpan secara bersusun pada panel yang terbuat dari besi. Dengan begini lahan taman dapat menghemat banyak space pada bangunan rumah.

  • Memilih Tanaman Dalam Pot

Apabila lahan untuk taman di rumah kamu tidak terlalu luas, ada baiknya memilih ukuran tanaman yang tidak terlalu besar dan mudah perawatannya. Tanaman jenis ini biasanya ditumbuhkan dalam pot seperti tanaman bonsai atau tanaman jenis pakis.

  • Taman Dengan Rumput

Lahan yang mini tidak menjadi halangan untuk menumbuhkan rumput. Rumput ini akan memberikan kesan hijau dan asri pada rumah serta perawatannya tidak terlalu sulit. Terdapat beragam jenis rumput yang biasanya ditumbuhkan di pekarangan rumah. Jenis rumput tersebut diantaranya: rumput gajah mini, seperti namanya ukuran rumput ini tergolong kecil dibanding jenis rumput gajah biasa. Rumput ini memiliki ciri pola pertumbuhan yang merambat ke samping sehingga tidak terlihat cepat panjang dan tidak perlu pemangkasan yang teratur. Kedua adalah rumput gajah varigata, rumput tipe ini bentuknya sama dengan rumput gajah biasa tetapi terdapat corak garis putih di tengahnya jadi terlihat unik. Sama seperti rumput lainnya, rumput gajah jenis varigata ini juga membutuhkan perawatan yang minimal.

  • Taman Gantung

Apabila vertical garden biasanya ditumbuhkan atau diletakkan di dinding, taman gantung ini diletakkan dengan cara digantung di atap teras rumah menggunakan tali atau tambang. Taman gantung juga merupakan solusi untuk lahan taman yang sempit. Cara menata taman gantung ini adalah membuat simpul tali pada pot bunga kecil agar dapat dikaitkan ke atap teras rumah. Biasanya tanaman ini digantung berjajar sepanjang teras rumah. baca juga 10 Warna Cat untuk Rumah Kecil Agar Terlihat Besar dan Lega