20 Desain Rumah Jepang Tradisional Nuansa Alam yang Cantik

Rumah tradisional Jepang disebut sebagai winka umunya menggunakan arsitektur “Zen” dengan kayu sebagai material utama. Rumah tradisional Jepang dibagi menjadi 3 ruangan utama yaitu washitsu, genkan, dan washiki. Rumah tradisional Jepang menganut gaya minimalis karena tidak menggunakan banyak barang.

Rumah tradisional Jepang umumnya berbentuk kecil dan saling berdekatan antara satu sama lain baik di daerah perkotaan maupun daerah pedesaan. Kunci dari desain rumah ini terletak pada tingkat privasi, pengaturan cahaya alami, serta tingkat keamanan dari bahaya yang mengancam. Berikut beberapa contoh desain rumah tradisional Jepang :

1. Rumah lentera. Rumah dibuat dengan material kayu dan warna coklat alami yang ditutup dengan pernis terlihat sangat indah, untuk penerangan beberapa bagian rumah seperti teras dan balkon gunakan lentera dari minyak saat malam hari rumah akan memancarkan cahaya berwarna kuning keemasan yang keluar dari celah-celah bambu. Sungguh indah bukan.

2. Rumah dengan taman teras samping. Biasanya rumah tradisional Jepang memiliki banyak teras. Manfaatkanlah teras samping rumahmu untuk dijadikan taman. Pohon pisang rumput dan beberapa tanaman hias cocok untuk menghiasi taman anda. Pasanglah jendela besar agar taman dapat dilihat dari dalam rumah.

3. Rumah tradisional model pedesaan Jepang. Penggunaan warna netral sebagai cat dinding serta penggunaan material kayu untuk lantainya terlihat menyatu dengan alam. Tambahkan beberapa tanaman bonsai sebagai hiasan rumah. Untuk halaman bisa ditutup dengan pasir putih dan beberapa batuan anda akan mendapatkan sensasi seolah-olah sedang berada di sebuah pedesaan.

4. Rumah kayu mungil dan sederhana. Bangunan terdiri dari 2 lantai. Bentuk bangunan lantai kedua lebih kecil dibanding lantai pertama untuk menambah kesan tradisional bagian depan rumah menggunakan dinding material dari kayu dan bambu serta atap berbentuk segitiga dan berwarna coklat tua. Untuk penerangan teras gunakan lampu berwarna kuning emas.

5. Rumah dengan jendela kotak kotak. Bentuk rumah modern yang digabungkan dengan gaya klasik dan tradisional dengan penggunaan pintu kayu sliding serta jendela putih kotak-kota terlihat hangat. Seluruh halaman depan rumah ditanami rumput dan diberi jalan setapak dari keramik warna putih serta pohon sakura di ujung halaman.

6. Rumah gaya zaman Edo. Rumah ini memiliki ciri khas bangunan depan lebar dan memiliki atap sirap bangunan ini menggabungkan unsur sederhana dan klasik namun masih memiliki sisi mewah. Bagian halaman luas yang ditutupi tanah berwarna abu abu sedikit berkerikil rumah dengan bentuk seperti ini memiliki sirkulasi udara yang sangat bagus.

7. Rumah dengan atap bertingkat. Dinding rumah dicat dengan warna abu -bu dan coklat tua serta ditopang oleh tiang kayu atap rumah dibuat bertumpuk dengan warna genteng abu-abu tua, jendela yang digunakan berbentuk kotak-kotak warna putih. Pohon yang ditanam di halaman depan dapat menambah keasrian rumah.

8. Rumah tradisional dengan Zen garden mini. Biasanya digunakan untuk rumah bergaya tradisional di daerah perkotaan, konsep Zen garden tidak memerlukan ruang yang luas untuk mendapatkan suasana tradisional yang kental taman dibuat dengan elemen kerikil, pasir, dan beberapa jenis batuan alam. Gunakan beberapa jenis tanaman yang ditanam di pinggir taman dipadukan dengan sedikit rumput.

9. Rumah dari kayu. Rumah dengan penggunaan kayu sebagai bahan bangunan utama mulai dari lantai dinding hingga tiang hampir semua berbahan dasar kayu. Penggunaan jendela lebar pada bagian depan rumah memungkinkan pencahayaan alami serta memudahkan melihat pemandangan dari dalam rumah.

10. Desain rumah dengan taman tropis. Rumah tradisional Jepang yang dipadukan dengan taman tropis membuat siapapun betah untuk tinggal. Taman menggunakan beberapa furniture dari rotan serta penggunaan pasir putih dan keramik marmer sebagai jalan memperkuat suasana tropis beberapa sudut taman ditanami dengan beberapa tanaman tropis seperti bunga kertas dan bunga Kamboja.

11. Desain rumah tradisional dengan taman di teras belakang. Penggunaan pagar kayu khas rumah tradisional Jepang kemudian ditambah beberapa pohon bambu di setiap sudut taman serta penggunaan potongan batu besar yang berfungsi sebagai pijakan ditambah suara gemericik air dari pancuran kita sudah bisa merasakan sensasi pedesaan yang kental.

12. Rumah gaya Gassho-zukuri. Rumah ini memiliki model atap segitiga atap dibuat dari jerami yang dijalin menjadi lembaran yang sangat tebal atap ini dipercaya dapat melawan hawa dingin saat musim dingin dan mempercepat pencairan salju model ini banyak ditemui di Desa Shirakawa-go.

13. Desain rumah kayu 2 tingkat. Rumah 2 tingkat dengan material utama kayu menggunakan atap berbentuk segitiga genteng tanah liat berwarna hitam. Bagian depan rumah dicat warna putih namun tetap mempertahankan warna kayu pada tiangnya. Halaman depan ditanami 2 pohon Pinus dibagikan kanan dan kiri serta ditambahkan batu alam sebagai pagar.

14. Desain rumah dengan taman indor. Atap terbuat dari kaca agar tanaman tetap mendapatkan cahaya matahari. Untuk mempertahankan unsur tradisional sebaiknya menggunakan lantai kayu yang dipadukan dengan batu kerikil. Tanaman disusun di setiap sudut taman menggunakan pot bagian depan taman dipasang jendela besar agar keindahannya dapat dinikmati dari dalam ruangan.

15. Desain rumah dengan Zen garden warna warni. Penggunaan beberapa jenis tanaman hias berwarna yang dipadukan dengan rumput hijau serta 1 buah pohon tabebuya Zen garden anda menjadi tampak lebih hidup untuk mempermanisnya tambahkan beberapa batuan alam dan pancuran air dan sungai buatan dijamin pemandangan alam nan indah siap menghiasi rumah.

16. Desain rumah tradisional dengan kolam ikan. Kolam ikan dapat mengurangi stres pada manusia. Kolam ikan dibangun disalah satu sudut halaman rumah sekitar kolam ditanami rumput dan beberapa jenis pohon bagian belakang kolam dapat dibangun sebuah air terjun. Suara gemericik air dapat memberikan rasa damai.

17. Desain rumah tradisional dengan kamar mandi bernuansa pedalaman. Untuk mendapatkan nuansa alam dinding kamar mandi dibuat dari material batuan. Tiang penyangga menggunakan material kayu dan atap menggunakan ranting kayu. Dinding dibangun setinggi 1,5 agar masih bisa melihat pemandangan luar.

18. Desain rumah tradisional dengan kamar mandi nuansa hutan.
Pilih material bambu untuk digunakan sebagai dinding kemudian gunakan atap kaca agar cahaya matahari tetap bisa masuk. Gunakan lantai dari kayu membentuk sebuah jembatan panjang yang berakhir dengan shower. Sisi kanan dan kiri tanami berbagai macam pohon seperti pisang pakis dan palem.

19. Desain rumah tradisional dengan kamar mandi bernuansa pedesaan memanfaatkan ranting dan akar pohon yang dijadikan dinding sekaligus atapnya. Lantai kamar mandi menggunakan material bebatuan alam ditambah 1 buah bath tub motif tanah dan shower.


20. Desain rumah tradisional dengan ruang keluarga bernuansa pantai. Lantai diisi dengan pasir putih pantai yang kemudian ditutup dengan kaca tebal. Gunakan gorden warna biru. Untuk mempertahankan sisi tradisional dinding dan pilar penyangga rumah terbuat dari kayu yang dipernis.

Rumah tradisional Jepang sangat digemari karena memiliki arsitektur yang unik sederhana namun memiliki unsur estetika seni kini zaman semakin modern namun rumah tradisional masih sangat digemari. Cukup sekian sedikit informasi mengenai desain rumah tradisional Jepang semoga dapat menginspirasi dan bermanfaat bagi anda.